Selasa, 30 November 2010

Catatan Mario Teguh

Janganlah hanya menyesali keadaan
dan berharap agar ia kembali seperti dulu,
tanpa menjadi pribadi yang sesuai
untuk keadaan yang lebih baik.

...Segera tegaskanlah diri Anda
untuk menjadi pribadi yang bermata terang,
berwajah ceria, berdiri tegak,
melangkah anggun, menyentuh lembut,
dan berbicara ramah dengan senyum yang menawan.

Damailah dengan diri Anda yang baru itu,
lalu perhatikan apa yang terjadi.

Mario Teguh

Minggu, 28 November 2010

Tentang Idealisme

Selama ini yang aku tahu orang yang idealis itu kebanyakan egois, tapi di balik sifatnya yang egois itu dia memiliki pendirian yang kuat. Memiliki pendirian yang kuat akan pendapatnya. Percaya diri akan kemampuan yang dimilikinya.

Memang, terkadang menyebalkan bila kita sedang berbincang dengan orang yang idealisnya tinggi. Dia selalu pamer dengan apa yang dia punya. Tapi, dia pamer karena dia punya dan dia bisa menunjukkan apa yang dia punya.

Kita lihat saja musisi Indonesia, pentolan Republik Cinta Manajemen (RCM) Ahmad Dhani, kalau saya melihat dia sedang diwawancarai di televisi rasanya benci banget dengan di karena cara ngomongnya itu lho, hmmm begitu pamer dan seolah-olah dialah yang paling benar.
Tapi saya juga sekaligus kagum dengan dia karena dia bicara seperti itu karena dia punya segalanya dan bisa menunjukkan apa yang dia pamerkan.
Menurut saya dialah musisi satu-satunya di Indonesia yang telah melahirkan banyak musisi baru yang berkualitas seperti Dewa 19, Mulan Jameela, Mahadewi, The Virgin, dan masih banyak yang lainnya.

Itu mungkin satu dari orang idealis yang menjadi contoh. Ternyata tidak semua orang idealis itu menyebalkan dan menjengkelkan. Simpulannya adalah orang idelais selalu merasa dirinya paling benar karena dia punya segalanya yang patut dipamerkan.

Jumat, 26 November 2010

Tak Bisa Lagi Menunggu

Biarkan waktu mengajariku
Untuk mencintaimu
Biarlah cinta mengakar di hatiku
Entah sampai kapan
Biar waktu itu menjawab

Tapi….
Aku tak mau merasa menunggu
Jangan salahkan aku tak betahan untukmu
Jangan biarkan aku berharap padamu
Jangan biarkan aku menangis karenamu
Jangan salahkan aku
Jika suatu saat kau telah yakin denganku
Tapi aku menjadi tak yakin denganmu
Jangan biarkan rasaku ini
terkikis oleh waktu
karena cinta tak mampu menunggu

Saat Hatiku Sedang Kacau


Baru kusadari ternyata rasa itu masih ada. Bahkan terlalu membekas di hati. Tak bisa ku pungkiri bahwa dia masih ada dalam hatiku. Meninggalkan puing-puing kenangan yang pernah kita lalui. Senyummu, tawamu, candamu, bahkan marahmu mengisi hari-hariku. Tapi, sedikit rasa kecewa yang aku rasakan saat ku sedikit mengacuhkanmu. Niatku untuk mengujimu agar ku tahu bahwa kau benar-benar menyayangiku atau tidak. Dan ternyata semudah itu kau mengambil keputusan untuk meninggalkanku.
Semakin keras usahaku untuk melupakanmu, semakin dalam pula kau membekas di hatiku. Awalnya aku tak yakin dengan perasaanku, tapi semakin lama aku menjalinya denganmu aku menjadi yakin. Tapi, satu yang paling aku tak suka denganmu, kau tak pernah berterus terang dengan perasaanmu. Mungkin itu salah satu alasan yang membuatku tak yakin kepadamu.
Setelah kau pergi, kini aku merasakan betapa aku membutuhkanmu. Aku ingin seperti dulu, bersamamu. Aku rindu candamu, aku rindu tawamu, aku rindu marahmu, dan aku rindu semua yang kau lakukan kepadamu. Aku ingin SMS mu memenuhi indox handphoneku. Aku rindu kau memanggilku dengan panggilan “itu”. Aku rindu padamu. Walau hampir setiap hari aku bersamamu, tapi aku merasa kau terlalu jauh dariku.
Jujur aku menyesal dengan apa yang telah ku katakana padamu. Pikiranku kalut ketika kau bilang sudah tak ada rasa lagi denganku.
Kau telah tinggalkan hati yang terdalam
Hingga tiada cinta yang tersisa di jiwa….