Baru kusadari ternyata rasa itu masih ada. Bahkan terlalu membekas di hati. Tak bisa ku pungkiri bahwa dia masih ada dalam hatiku. Meninggalkan puing-puing kenangan yang pernah kita lalui. Senyummu, tawamu, candamu, bahkan marahmu mengisi hari-hariku. Tapi, sedikit rasa kecewa yang aku rasakan saat ku sedikit mengacuhkanmu. Niatku untuk mengujimu agar ku tahu bahwa kau benar-benar menyayangiku atau tidak. Dan ternyata semudah itu kau mengambil keputusan untuk meninggalkanku.
Semakin keras usahaku untuk melupakanmu, semakin dalam pula kau membekas di hatiku. Awalnya aku tak yakin dengan perasaanku, tapi semakin lama aku menjalinya denganmu aku menjadi yakin. Tapi, satu yang paling aku tak suka denganmu, kau tak pernah berterus terang dengan perasaanmu. Mungkin itu salah satu alasan yang membuatku tak yakin kepadamu.
Setelah kau pergi, kini aku merasakan betapa aku membutuhkanmu. Aku ingin seperti dulu, bersamamu. Aku rindu candamu, aku rindu tawamu, aku rindu marahmu, dan aku rindu semua yang kau lakukan kepadamu. Aku ingin SMS mu memenuhi indox handphoneku. Aku rindu kau memanggilku dengan panggilan “itu”. Aku rindu padamu. Walau hampir setiap hari aku bersamamu, tapi aku merasa kau terlalu jauh dariku.
Jujur aku menyesal dengan apa yang telah ku katakana padamu. Pikiranku kalut ketika kau bilang sudah tak ada rasa lagi denganku.
Kau telah tinggalkan hati yang terdalam
Hingga tiada cinta yang tersisa di jiwa….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar