Jumat, 25 November 2011

Penantian Sang Adam


Menanti dari fajar hingga senja
Dari terbitnya mentari hingga terbitnya sang bulan

Dua insan menanti kehadirannya
Satu insan titisan Hawa
dengan perut buncitnya
Sang Adam mengelus, mencium, dan bicara
"Entah kau pangeran atau putri.
Kaulah belahan jiwa.
Ingin segera menimang dan menyanyikanmu senandung cinta."

Kehadiran yang didamba datang jua
Malaikat kecil terlahir dari sang hawa
Malaikat kecil merah dengan tangisan merekah
Air mata menetes dari pelupuk sang Adam

Sang Adam menangis
Bukan tangisan penyesalan
Namun tangisan kebahagian
Kebahagiaan karena kelahirannya
Kelahiran yang didamba

Ia lantunkan suara adzan untuk malaikat kecilnya
Suara adzan yang kelak membimbing malaikat kecilnya

Malaikat kecil yang akan dewasa
Dewasa karena penantiannya
Dewasa karena pengorbanannya
Dewasa karena ketulusan hatinya
Wahai sang Adam
Kini malaikat kecilmu telah dewasa
Malaikat kecilmu siap melawan dunia

23032011
tangga merah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar